Passion vs Unpassion

Judulnya terlalu “apasih”. But, who cares?

Passion? Bagaimana Anda tau bahwa “that thing is your passion”? Sudah tau sedari kecil? Berbahagialah Anda.

Kecenderungan orang Indonesia itu gamang, galau, plin-plan, dan sebagainya dalam menentukan arah ke mana dirinya akan meletakkan pikiran dan tenaga untuk mencerahkan masa depannya. Tidak banyak dari mereka yang sudah tau passion bahkan bakat dan diri mereka sendiri. Why?

Orang Indonesia masih cenderung terpaku terhadap nilai-nilai yang dipandang baik. Dokter? Karyawan di perusahaan besar atau Multinasional? Pejabat pemerintah? PNS? Bukankah “that thing” tersebut yang masih dipandang baik? Alasannya, selain memang menghasilkan uang yang mumpuni untuk kehidupan di masa depan, juga karena nilai harga diri yang dapat terangkat.

Jika hanya itu alasan mengapa Anda tetap mengerjakan “that thing”, menurut Piramida Maslow, Anda akan tau bahwa Anda masih diperingkat kedua. Aktualisasi diri, menduduki peringkat pertama.

Bagaimana Anda bisa mencapai piramida peringkat pertama tersebut? Hanya Anda yang bisa menjawabnya. Apakah “that thing” yang Anda lakukan saat ini sudah sejalan dengan passion Anda? Bukan sekedar memenuhi tuntutan dari segala sisi.

Karma. Believe it or not?

Shameless, it’s such a common topic that people used to talk about. That’s no matter for me. So I’m gonna asking you, what is the definition of KARMA?

I think Karma is retaliation for what we did, bad or good. Why bad or good? Because we can’t categorize which is the bad or the good things if we don’t know the real reason. That’s all subjectivity. We don’t know. Bad or good things was scoring by the common things that people think it’s true. It’s infetious from the generations to generations. Well, we don’t know. Who knows? Yes, your God.

I do believe in Karma like the way I told you about the definition of mine.

3 Langkah Aman jadi Social Media Officer (Admin) Facebook

Sebenarnya menjadi Admin itu mudah-mudah gampang. Tiap hari amati trend, sesuaikan trend dengan brand yang dipegang, pahami brand, buat Editorial Plan (EP) yang kreatif, posting sesuai jadwal, dan menjawab pertanyaan Fans brand Anda.

Tapi hati-hati jangan sampai terperangkap dalam kata “mudah” dan “gampang” karena ternyata Anda bisa juga rugi jutaan Rupiah loh

1. Pastikan akun brand Anda tidak terdapat kartu kredit

Akan bahaya sekali, jika ternyata akun brand Anda terdapat kartu kredit. Salah-salah menyentuh tombol berbayar (boost post/promote page), terlebih lagi menggunakan mobile apps, bisa-bisa Anda rugi jutaan Rupiah.

2. Pastikan log-in dengan akun pribadi

Apa sih pentingnya? Kalau Anda memakai akun pribadi, secara otomatis segala hal yang Anda lakukan dapat terekam dengan mudah. Kalau diminta untuk rekap data yang sudah Anda lakukan, akan mudah untuk Anda lacak. Begitu juga, kalau tidak sengaja menyentuh tombol yang kemungkinan “berbayar” maka hanya membahayakan diri Anda jika memang akun pribadi telah dipasangkan kartu kredit. Jadi, sebelum Anda rugi jutaan Rupiah, minta lah akun pribadi Anda dimasukkan dalam akun Fan Page brand Anda.

Cukup dengan masuk ke Fan Page Brand > Settings > Page Role > Masukkan email yang Anda gunakan untuk Facebook > Atur menjadi Moderator. Setelah itu, terima notifikasi permintaan dijadikan moderator dan Anda AMAN.

3. Training Berkala

Mintalah untuk diberikan training oleh perusahaan Anda, terlebih jika Anda masih baru dengan hal ini. Gunanya? Jelas menambah pengetahuan Anda mengenai tools yang ada di Facebook. Tuntutlah hak Anda untuk mendapat training. Karena apabila perusahaan tidak pernah memberikan training sekali pun dan Anda melakukan kesalahan, tenang, kesalahan ini tidak sepenuhnya kesalahan Anda. Namun, jika sebaliknya, berarti Anda yang bermasalah.

- aaufa

Image Source from socialpowa.net

image

Tatkala menjawab pertanyaan dari Sang @indiramayaw yang berbunyi “mana foto di tangga hitsnya.” (zupa-late-post) (puter-to-the-left-aja) (kalau-mau) (at Dia.lo.Gue Artspace Kemang Raya Jakarta Selatan)

Tatkala menjawab pertanyaan dari Sang @indiramayaw yang berbunyi “mana foto di tangga hitsnya.” (zupa-late-post) (puter-to-the-left-aja) (kalau-mau) (at Dia.lo.Gue Artspace Kemang Raya Jakarta Selatan)