Z

Jauh sebelum mata kita bertemu, kita sudah saling terhubung. Entah karena diriku menyerupai siapa, maupun dirimu yang menyerupai siapa. We’re just connected.

Segala keterhubungan kita, seakan entah sepertinya direstui atau memang harus dilalui dahulu saja. Saat itu dimulai tepat ketika sang gadis memakai baju nuansa merah dan sang jejaka memakai setelan kemeja-jeans yang sangat rapih.

Selanjutnya. Kita sudah bisa saling bertatap mata, saling tertawa, saling menangis, saling mendekap sambil berbagi cerita, berbagi semangat, berbagi kebahagiaan, bahkan berbagi duka.

Perdebatan bukan cuma datang, tapi mewarnai di setiap bagian. Namun, semua akan kembali membaik ketika dibicarakan, bahkan dengan satu sentuhan tanpa banyak bicara. Intinya bertemu.

Why I choosed you? I didn’t know. Why I’m still staying here with you? Because we’re being our self when we’re together. Saat bersama, ku tahu dirimu adalah dirimu, dan diriku adalah diriku. Baik dan buruk saling kita tunjukkan. Tak ada yang perlu ditutupi. Tak ada yang perlu ditakuti. Segala hal yang tak patut dibicarakan pun dibicarakan. Segala hal yang tak patut dibagi pun dibagi. Karena ku tahu, aku sedang bersamamu. Aku percaya padamu.

Jikalau suatu perpisahan datang, yang ku takutkan bukan aku hilang dari ingatanmu. Bukan. Ku tahu pasti itu tak mungkin. Yang ku takutkan adalah segala rasa yang kumiliki akan datang hanya dengan satu tatapan. Sebab, rasa ini begitu dalam.

-sorry, ku bukan orang yang romantis-

Si Anak Kemarin Sore

Di mana pun saya berada (kerjaan), saya masih menjadi yang termuda. Ungkapan seperti ‘anak kemarin sore’ masih sering terdengar di kuping ini. Tapi, apakah kualitas saya juga masih seperti anak kemarin sore? Semoga tidak. Jangan sampai. Dan ini harus dibuktikan. Membuktikan kepintaran dan kemampuan melalui tindakan itu adalah hal yang paling menantang di dunia.

12 Javanese Proverb and Peaceful

I got this from my family “instant messaging” group. Giggling when I read it for the first time, but it really has a deep meaning for us. Have a pleasure, everyone!

"12 Pribahasa Jawa membangun kedamaian hidup. [ Dirumuskan dari kompilasi ajaran Islam yg diajarkan Rasulullah SAW melalui Dzuriyat Ahlul Bayt Rasululla]

1. URIP IKU URUP
[Hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita]

2. MEMAYU HAYUNING BAWANA, AMBRASTA DUR HANGKARA
[Harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak]

3. SURA DIRA JAYA JAYANINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
[Segala sifat keras hati, picik, angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar]

4. NGLURUK TANPA BALA, MENANG TANPA NGASORAKE, SEKTI TANPA AJI-AJI, SUGIH TANPA BANDHA
[Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan/ mempermalukan, Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/ kekuatan/ kekayaan/ keturunan, Kaya tanpa didasari hal2 yg bersifat materi]

5. DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KELANGAN
[Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu]

6. AJA GUMUNAN, AJA GETUNAN, AJA KAGETAN, AJA ALEMAN
[Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut dgn sesuatu, Jangan kolokan atau manja]

7. AJA KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN
[Janganlah terobsesi atau terkungkung dengan kedudukan, materi dan kepuasan duniawi]

8. AJA KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, AJA CIDRA MUNDAK CILAKA
[Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka]

9. AJA MILIK BARANG KANG MELOK, AJA MANGRO MUNDAK KENDHO
[Jangan tergiur oleh hal2 yg tampak mewah, cantik, indah dan jangan berfikir gamang/plin-plan agar tidak kendor niat dan kendor semangat]

10. AJA ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
[Jangan sok kuasa, sok besar/kaya, sok sakti].

11. ALANG ALANG DUDU ALING ALING, MARGINING KAUTAMAN
[Persoalan persoalan dlm kehidupan bukan penghambat , jalannya kesempurnaan].

12. SOPO WERUH ING PANUJU SASAT SUGIH PAGER WESI
[Dalam kehidupan siapa yg punya Cita2 luhur, jalannya seakan tertuntun]”

Cerahkan Wajah dengan Masker Air Cucian Beras

Beras ternyata tidak hanya bermanfaat sebagai bahan utama asupan karbohidrat saja. Beras yang memiliki banyak kandungan, sebagian besar beras didominasi oleh pati (sekitar 80-85%). Beras juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan juga air. Pati beras tersusun dari duapolimer karbohidrat:
1. Amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang.
2. Amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket. (Disunting dari blog, anonim)

Manfaat beras ternyata tidak hanya dari kandungan dalam saja, tetapi juga dari kandungan luarnya. Maksudnya, ternyata air cucian besar memiliki banyak manfaat. Di antaranya, dapat mencerahkan wajah dan membantu menghilangkan noda bekas jerawat. Cara membuat dan mengaplikasikannya pun cukup mudah.

Berikut cara membuat masker air cucian beras:
1. Cuci beras dengan sedikit air. Semakin putih air yang dihasilkan akan semakin baik
2. Simpan air cucian pertama ke dalam wadah yang berbeda (masker hanya menggunakan air cucian pertama)
3. Air cucian telah siap untuk digunakan

Berikut cara pengaplikasiannya:
1. Bersihkan wajah Anda terlebih dahulu
2. Siramkan air cucian beras ke wajah Anda secara merata
3. Biarkan selama 10-15 menit
4. Cuci wajah hingga bersih
5. Lakukan secara rutin

Semoga bermanfaat :)
-aaufa